Logo

Kode Etik

PT Bintraco Dharma Tbk dan Groupnya (“Perseroan”) telah memiliki reputasi dalam menjalankan bisnisnya berkat komitmen yang dipegang dengan baik oleh Manajemen dan Karyawan. Perseroan menyadari bahwa kelangsungan bisnis suatu Perseroan sangat dipengaruhi oleh perilaku Perseroan sebagai warga korporasi. Oleh karena itu, sikap dan perilaku yang selaras dengan hukum, peraturan dan etika dalam mengimplementasikannya ke dalam sistem manajemen yang baik adalah suatu keharusan.

Perseroan menyadari bahwa untuk dapat tetap menjalankan bisnisnya, harus memperhatikan norma moral dan sosial, serta kepentingan masyarakat. Untuk itu, Perseroan menyusun pedoman perilaku untuk menjadi panduan bagi seluruh Manajemen dan Karyawan dalam bersikap dan berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku.

Pedoman ini tidak hanya mengatur bagaimana unsur-unsur Perseroan bertindak dalam hubungannya dengan rekan bisnis (seperti pelanggan dan stakeholder lainnya), namun juga terhadap lingkungan sekitarnya, sebagai berikut:

1. Karyawan

2. Pelanggan 9. Penyelenggara Negara



3. Masyarakat PERSEROAN 8. Mitra Usaha



4. Pesaing 7. Calon Investor

5. Perusahaan Afiliasi 6. Pemegang Saham


1. Karyawan
Pengertian
Orang yang bekerja pada Perseroan yang menerima upah berdasarkan hubungan kerja.

Prinsip
Prinsip dalam melaksanakan hubungan kerja dengan Karyawan:
a. Perseroan menghormati hak asasi manusia dan hak serta kewajiban Karyawan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Perseroan memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan senioritas, gender, suku, agama, ras dan antar golongan dengan memperhatikan kompetensi dan kinerjanya; dan
c. Perseroan memberikan penghargaan kepada Karyawan yang berprestasi.

2. Pelanggan
Pengertian
Pihak yang merupakan pemakai produk atau jasa yang diproduksi dan/atau dipasarkan Perseroan.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan pelanggan:
a. Perseroan menghormati hak-hak pelanggan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Perseroan (termasuk Dewan Komisaris, Direktur dan Karyawan) tidak diperkenankan memberi kepada atau menerima dari pelanggan, imbalan atau hadian (yang substansial) yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; dan
c. Perseroan menjaga informasi rahasia pelanggan.

3. Masyarakat
Pengertian
Sekelompok orang yang tinggal bersama di suatu tempat dan mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan Perseroan.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan masyarakat:
a. Perseroan ikut serta memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat di sekitar Perseroan;
b. Perseroan membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis dengan masyarakat sekitar Perseroan; dan
c. Perseroan menghormati budaya, adat istiadat, keyakinan dan agama.

4. Pesaing
Pengertian
Pihak lain yang memasarkan barang dan/atau jasa yang sejenis.

Prinsip
Prinsip dalam menghadapi pesaing:
a. Perseroan mendukung terciptanya persaingan yang adil dan sehat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
b. Perseroan tidak dibenarkan untuk mengembangkan kerjasama dengan pesaing yang dapat merugikan pelanggan dan/atau mengarah kepada praktek-praktek monopoli.

5. Perusahaan Afiliasi
Pengertian
Perusahaan-perusahaan yang ada keterkaitan kepemilikan dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan perusahaan afiliasi:
Bersama-sama membangun kerjasama untuk mencapai sinergi dalam berbagai kegiatan bisnis dan sosial baik di tingkat pusat maupun cabang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Pemegang Saham
Pengertian
Setiap individu atau lembaga yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan pemegang saham:
Perseroan memperlakukan pemegang sahamnya secara seimbang, termasuk dalam memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Calon Investor
Pengertian
Individu atau lembaga yang berpotensi atau bermaksud untuk ikut serta dalam kepemilikan saham Perseroan, termasuk lembaga penunjang dalam melakukan investasi.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan calon investor:
Perseroan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Mitra Usaha
Pengertian
Pihak yang memiliki hubungan usaha dengan Perseroan.

Prinsip
Prinsip dalam menjalin kerjasama dengan mitra usaha:
a. Berdasarkan pada persamaan, kesetaraan dan saling percaya yang berlandaskan pada keadilan dan tanggung jawab sosial serta tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan; dan
b. Patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

9. Penyelenggara Negara
Pengertian
Institusi pelaksana kenegaraan yang meliputi legislatif, eksekutif, yudikatif dan lembaga lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah, beserta aparaturnya.

Prinsip
Prinsip dalam berinteraksi dengan penyelenggara negara:
Perseroan menjalin hubungan yang harmonis dan saling menghormati sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.